|
Tanggapan Tentang Kasus Century |
|
|
|
|
Written by Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
Friday, 05 March 2010 14:05 |
Bismillahirrahmanir rahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan
Malam ini izinkan saya untuk kembali hadir di hadapan seluruh rakyat Indonesia. Kemarin malam kita semua sudah mendengar hasil akhir dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait telah selesainya pelaksanaan Hak Angket Bank Century.
Sehubungan dengan itu saya memutuskan untuk berbicara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia selaku pemilik utama kedaulatan di negeri ini. Ketika DPR sudah memutuskan hasil hak angket tersebut, pada tempatnyalah saya baik selaku Kepala Negara maupun dalam kapasitas saya selaku Kepala Pemerintahan menyampaikan pandangan atas persoalan Bank Century.
Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR. Saya mengikuti dengan cermat semua dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar Gedung DPR. Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan, beretika dan bermartabat haruslah kita tumbuhkan untuk menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi bagian terbanyak dari rakyat Indonesia.
Malam ini saya berdiri di sini pertama-tama untuk memberikan tanggapan kepada seluruh proses dan hasil keputusan di tingkat Pansus maupun DPR. Kita perlu mencermati dengan seksama proses itu dan melihatnya sebagai bagian dari perkembangan, pertumbuhan dan pembelajaran demokrasi, yang kian hari kian dituntut untuk memenuhi tidak saja prinsip-prinsip rule of law, namun juga rule of reason. Yaitu, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat. Yaitu demokrasi yang tidak saja merayakan kebebasan dan kemerdekaan, namun demokrasi yang juga menghormati hukum dan ketertiban. Dengan kata lain, sesungguhnya kita menghendaki tumbuhnya sebuah demokrasi yang lebih sejati, lebih bermakna dan lebih bermartabat sebagaimana yang kita cita-citakan melalui gerakan reformasi sejak 1998.
Saya percaya karena pengalaman kita yang pahit di masa lampau, kita tidak ingin gagal dalam bersama-sama membangun demokrasi yang seperti itu. Tanah air kita tidak boleh, sekali lagi tidak boleh, jadi ajang konflik-konflik sosial-politik yang akhirnya meledakkan kekerasan. Demokrasi bukanlah pameran adu kekuatan, baik kekuatan senjata, massa, ataupun harta.
|
|
Last Updated ( Friday, 05 March 2010 15:20 )
|
|
Read more...
|
|
|
Memantapkan Agenda Agraria Nasional |
|
|
|
|
Written by Joyo Winoto
|
|
Thursday, 04 March 2010 14:13 |
|
PENGARAHAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA RAPAT KERJA NASIONAL BPN RI TAHUN 2010
Jakarta, 21 Februari 2009
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua,om swasti astu. Yang saya hormati Sestama, Irtama, para Deputi, Staf Khusus Kepala BPN, Penasehat Ahli Kepala BPN, para Kepala Pusat, para Kepala Biro, para Direktur, para Kepala Kantor Wilayah BPN RI seluruh Indonesia, para Kepala-kepala Bidang, para Kasubdit, para Kepala Kantor. Dan juga yang saya hormati seluruh panitia mulai dari ketua sampai seluruh jajaran panitia Rakernas, yang saya cintai paduan suara BPN RI yang baru-baru semua, yang suaranya bagus-bagus, dan Saudara-saudara sekalian yang hadir pada acara Rakernas malam hari ini.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT pada malam hari ini kita bersama-sama berkumpul untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional yang kita pandang sangat-sangat penting dan nanti akan berbeda dari rapat-rapat kerja kita sebelumnya. Semoga Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, meridhoi rapat kerja kita sampai nanti Insya Allah ditutup pada hari Kamis.
Ijinkan saya pertama-tama mengucapkan selamat datang kepada Saudara-saudara sekalian yang datang dari seluruh pelosok negeri. Semoga semua sehat-sehat, baik-baik, dan saya harapkan juga semua yang sekarang hadir di sini sudah sempat mandi.
|
|
Last Updated ( Thursday, 04 March 2010 16:04 )
|
|
Read more...
|
|
Kajian Kemiskinan di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya Melalui Sinergi Kebijakan Pangan dan Bioenergi |
|
|
|
|
Written by Harianto, dkk
|
|
Friday, 29 January 2010 10:54 |
|
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab tingginya kemiskinan di Indonesia, dan merumuskan strategi serta langkah-langkah kebijakan yang dibutuhkan untuk mengurangi tingkat kemiskinan, khususnya melalui sinergi sektor pertanian (khususnya pangan) dan energi. Kemiskinan di Indonesia terkait erat dengan tingkat akses terhadap pangan dan energi. Sebagian terbesar pendapatan dari rumahtangga miskin diperuntukkan bagi pembelian bahan makanan. Dan di antara bahan makanan, beras menduduki porsi yang menonjol dalam pangsa pengeluaran rumahtangga miskin. Kemiskinan sulit ditekan manakala harga pangan melonjak. Kemiskinan juga dipengaruhi oleh peningkatan harga BBM. Harga bahan bakar minyak yang naik secara nyata berpengaruh terhadap kenaikan angka kemiskinan. Pengendalian harga pangan dan energi sangat penting dalam upaya penurunan kemiskinan.
Pengembangan bioenergi menjadi salah satu alternatif solusi yang diharapkan mampu menjawab permasalahan baik untuk mengatasi ancaman kelangkaan energi berbasis fosil maupun juga untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan serta mendorong pembangunan daerah. Produksi bioenergi yang bersifat labor intensive seperti halnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian diharapkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan khususnya di wilayah pedesaan yang pada gilirannya akan menekan angka kemiskinan.
Namun pengembangan bioenergi memiliki tantangan tersendiri, yaitu diperlukannya ketersediaan lahan untuk areal tanam serta air. Dari sini, pengembangan bioenergi dapat memunculkan potensi terjadinya kerawanan pangan sebagai akibat konversi dan persaingan dengan pengadaan lahan untuk pemenuhan ketahanan pangan bagi masyarakat.
Dalam pengelolaan pengembangan BBN yang disertai adanya potensi kompetisi atau dampak terhadap ketahanan pangan, sepatutnya ketahanan pangan diletakkan pada prioritas pertama. Artinya, pengembangan BBN tidak boleh mengganggu ketahanan pangan, baik di tingkat nasional maupun lokal. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dari sisi penggunaan lahan, secara agregat (makro) potensi kompetisi antara pengembangan BBN dengan ketahanan pangan relatif kecil. Namun, potensi kompetisi tersebut di tingkat lokal, sebagaimana yang telah terjadi dibeberapa tempat, harus tetap diwaspadai. Selanjutnya, potensi kompetisi dapat dikurangi jika upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas usahatani tanaman pangan (padi, jagung, kedele, tebu) dapat ditingkatkan. Kompetisi ketahanan pangan dan pengembangan bioenergi juga dapat dikurangi jika upaya-upaya perluasan area tanam melalui pemanfaatan lahan kering dapat berhasil. Oleh sebab itu perlu ada kebijakan untuk dapat memperkecil atau mengurangi lahan-lahan terlantar yang ada di Indonesia.
|
|
Last Updated ( Friday, 29 January 2010 11:10 )
|
|
Peresmian Program-Program Strategis Pertanahan untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 18 January 2010 15:54 |
|
PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERESMIAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS PERTANAHAN UNTUK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT MARUNDA, 15 JANUARI 2010
Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semua Yang saya hormati Ketua MPR RI Bapak Taufik Kiemas, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke-II, para Anggota DPR RI, Ketua Badan Pertanahan Nasional dengan segenap keluarga besar BPN RI. Gubernur DKI Jakarta dan para Gubernur yang ikut hadir dalam acara ini. Para Bupati dan Walikota, para Pejabat Negara yang bertugas di DKI Jakarta baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maupun TNI dan Polri. Para Pemuka Agama, Pemuka Masyarakat dan pimpinan Lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat. Hadirin sekalian yang saya muliakan, saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan.
Marilah sekali lagi, pada kesempatan yang baik dan Insya Allah penuh berkah ini untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan ridho-Nya kita semua masih diberikan kesempatan, kekuatan dan semoga kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara yang sama-sama kita cintai. Kita juga bersyukur ke hadirat Allah SWT pada hari ini dapat bersama-sama mengikuti acara Peresmian Program-program Strategis Pertanahan Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.
Ketika saya datang tadi pagi ke tempat ini, saya melihat ke kiri ke kanan ada hamparan tanah yang luas, di pinggir pantai ada rumah-rumah susun sederhana kemudian relatif dekat dengan Kawasan Berikat. Saya berbicara dengan Pak Gubernur, Alhamdulillah, Kanal Banjar, ulangi, Kanal Banjir Timur yang ada di dekat kita ini hampir rampung. Artinya apa? Dengan mengalirnya dua kanal, satu Kanal Banjir Barat dan yang kedua Kanal Banjir Timur maka kita berharap kalau curah hujan tinggi, maka banjir di Jakarta terus dapat kita kurangi. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras Gubernur DKI Jakarta dengan jajarannya dan bantuan dari masyarakat luas.
|
|
Last Updated ( Monday, 18 January 2010 16:01 )
|
|
Read more...
|
|
Tanah untuk Kesejahteraan Rakyat |
|
|
|
|
Written by Joyo Winoto
|
|
Monday, 18 January 2010 15:39 |
|
Pengantar Redaksi
Pada tanggal 15/01/2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara meresmikan program LARASITA yang diluncurkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN-RI). Berikut adalah sambutan Kepala BPN-RI--yang juga merupakan Direktur Senior Brighten Institute--pada acara tersebut.
LAPORAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL RI PADA ACARA PERESMIAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS PERTANAHAN UNTUK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT
Bismillhirrahmanirrahim
Yang kami muliakan dan kami banggakan Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara, Ibu Hj Ani Yudhoyono.
Yang kami hormati: 1. Ketua MPR Bapak Taufik Kiemas beserta Ketua Lembaga-lembaga Tinggi Negara; 2. Bapak Menkopolhukam, Ibu Bapak Menteri Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II; 3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 4. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non-kementerian; 5. Ketua-ketua Komisi Negara; 6. Pimpinan dan Anggota Komisi II DPR RI; 7. Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran Legislatif, Muspida dan Daerah; 8. Para Gubernur seluruh Indonesia, para Bupati, Walikota seluruh Indonesia, dan secara khusus Bupati dan Walikota penerima program Kantor Pertanahan bergerak Larasita tahun 2009; 9. Direktur Utama Jawatan Berikat Nusantara; 10. Para Direktur Utama BUMN; 11. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, cerdik cendikia, Pegiat-pegiat reforma agraria, Pegiat lingkungan, Pegiat HAM, Pegiat sosial kemasyarakatan lainnya 12. Para Pejabat Pembuat Akta Tanah; 13. Dan secara khusus penerima sertipikat tanah seluruh Indonesia sebanyak 1.533.277 orang yang secara khusus pada hari ini diwakili 2.500 penerima sertipikat yang hadir di lapangan ini; 14. Keluarga besar BPN RI, keluarga besar agraria, dan para senior kami mantan Menteri Negara Agraria/ Kepala BPN RI, serta; 15. Para hadirin.
Assalamualaikum wr. wb
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita. Semua puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam yang telah memberikan rahmatnya kepada kita semua. Syukur kita bertambah-tambah dengan berkenannya Bapak Presiden beserta Ibu Negara untuk hadir meresmikan Program-Program Strategis Pertanahan Untuk Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat.
Bagi kami keluarga besar agraria, kehadiran Bapak Presiden beserta Ibu Negara merupakan kebanggan, pendorong semangat dan menjadi mekanisme untuk senantiasa mawas diri dalam mengemban tugas yang sangat kompleks ini. Bagi para pegiat agraria dan bagi rakyat seluruh negeri, kehadiran Bapak Presiden dan Ibu Negara merupakan wujud komitmen yang tidak berkesudahan guna mewujudkan tanah untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat.
|
|
Last Updated ( Monday, 18 January 2010 16:03 )
|
|
Read more...
|
|
|
saya bersama masyarakat akan memohon ...
Good
Faktanya belum tentu sikap yang mulia...