Banyak yang meragukan dengan tubuh kabinet pasca resufle tahun 2011 ini. Terlalu tambun, kegemukan, dan sebagainya.
Semua kritik tersebut sudah ditanggapi oleh Presiden SBY yang antara lain: "Jangan menghabiskan waktu dengan berbalas kata tapi kerja nyata!"
Benar, negeri ini sudah terlalu lama diharubirui dengan kata-kata. Tentu saja bukan kita anti diskusi, berdebat saling berargumentasi. Tetapi, negeri ini, hari ini, lebih membutuhkan dari sekedar kata-kata. Banyak persoalan bangsa yang harus dijawab dengan tiga hal: kerja nyata, kerja nyata dan kerja nyata.
Kita boleh berdebat mengenai hal ini. Namun yang pasti bahwa rakyat sudah berharap sangat tinggi kepada pemerintah ‘baru’ ini untuk bekerja lebih giat, lebih keras, dan lebih jelas.
Jika saja pompaan yang dilakukan oleh Presiden SBY—termasuk dengan mendampingkan para wakil menteri ini—bisa berjalan sesuai imajinasi kita tentang mesin pemerintah, maka sudah selayaknya, dalam tiga tahun ini kita akan mendapatkan kecemasan karena kecepatan tinggi dari roda pembangunan yang dilaksanakan oleh para jurumudi dan nahkoda negeri ini.
Tiga tahun itu angka yang relatif untuk sebuah keberhasilan. Ia bisa menjadi faktor pendorong yang mampu menjadi arena pembuktian bagaimana kinerja pemerintah ini sebenarnya, apa visinya, dan bagaimana mereka mempraktikkan agenda kesejahteraan, demokratisasi, dan kedamaian seperti janjinya dulu.
Kita yakin bahwa di tangan mereka, selama memegang teguh sistem etik yang kuat dan konsisten, tiga tahun ke depan, cita-cita itu bisa diwujudkan. Inilah kabinet kerja nyata, kabinet berkecepatan tinggi, yang akan membawa Indonesia ke gerbang kesejahteraan.











Comments
RSS feed for comments to this post