
Penulis : Indra, Noer Azam Achsani, Djoni Hartono
Tulisan telah diterbitkan di Jurnal Ekonomi dan kebijakan Pembangunan Vol 2, No 1, Tahun 2009
Energi memainkan peranan penting dan strategis dalam menggerakan roda perekonomian setiap negara di dunia. Setiap negara memerlukan input energi untuk menghasilkan barang dan jasa. Barang dan jasa inilah yang kemudian diperhitungkan sebagai output yang merupakan parameter penting dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara. Hubungan antara kebutuhan energi dan output biasanya dinyatakan dalam intensitas energi. Nilai ini menyatakan besarnya konsumsi energi yang dibutuhkan untuk memperoleh satu satuan PDB. Konsep intensitas energi (rasio konsumsi energi per PDB), dan elastisitas energi (rasio persentase perubahan konsumsi energi terhadap per persentase perubahan PDB) sering digunakan untuk memproyeksi kebutuhan energi, mengkomparasi efisiensi penggunaan energi antar negara, serta menilai dampak penggunaan energi terhadap perekonomian suatu negara (Chima dan Hills, 2007). Untuk itu, intensitas energi dapat dijadikan landasan untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan negara dalam mengelola penggunaan energinya secara efektif untuk setiap satu satuan PDB yang dihasilkan.
Negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang menjadi subjek kajian, terus mengalami perkembangan cukup pesat dalam beberapa kurun waktu terakhir. Banyak industri baru tumbuh dan berkembang yang tidak hanya memberikan imbas bagi perekonomian negara itu sendiri namun juga perekonomian regional bahkan perekonomian dunia. Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri di negara-negara tersebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya permintaan energi di kawasan Asia Pasifik yang pada gilirannya mempengaruhi dinamika konsumsi energi dunia. Selain itu, di kawasan Asia pasifik juga terdapat beberapa negara yang termasuk pengkonsumsi energi terbesar di dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Oleh karena itu, dinamika konsumsi energi di kawasan Asia Pasifik beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya menjadi menarik untuk di analisis.















Opinion