Home

Menu Utama

Visitor Map

site statistics

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini63
mod_vvisit_counterKemarin39
mod_vvisit_counterPekan ini139
mod_vvisit_counterBulan ini378
Sejak Januari 2008

Vision for Change PDF Print E-mail
Written by Susilo B Yudhoyono   
Tuesday, 27 January 2009 15:54

sby_I have been asked to speak about my vision, hopes and inspiration for Indonesia future. I welcome this invitation because this is exactly what I have been communicating to the Indonesia electorate in the last few weeks. Mind you, on campaign trail, I did it in a slightky different way. At campaigan rallies al over the country, the Indonesian people not only wanted to meet me and to hear vision, they alwo wanted to me sing, something wihch I was always happy to oblige. I think the campaign certainly has brought out a musical side I never knew I had.

selanjutnya

Last Updated ( Tuesday, 27 January 2009 16:12 )
 
Pembangunan Pertanian, Belajar dari Pengalaman Korea Selatan PDF Print E-mail
Written by editor   
Wednesday, 22 October 2008 17:53

Perang Korea (1953), bisa jadi merupakan kebangkitan kembali pembangunan pertanian di Korea Selatan. Republik Korea yang porak poranda akibat perang ditata kembali untuk menjadi punggung perekonomian masyarakat, terlebih masyarakat perdesaan yang menyandarkan kepada pertanian. Sebab setelah perang, kebanyakan warga Korea tidak memiliki rumah, lahan pertanian, fasilitas irigasi untuk mengairi sawah dan ladang, dan pohon-pohon di gunung. Selain itu, mereka juga tidak memiliki makanan untuk survive, harapan untuk hidup, dan sumberdaya alam. Namun demikian Korea tetap memiliki rakyat, di mana 30 persen dari sekitar 40 juta warga Korea adalah petani.

Last Updated ( Wednesday, 22 October 2008 17:58 )
Read more...
 
Challenge to Current Agriculture Development in Indonesia PDF Print E-mail
Written by Hermanto Siregar   
Wednesday, 22 October 2008 17:27

catatan editor:

Berikut ini adalah kesimpulan sementara yang dari hasil FGD "Challenge to Current Agriculture Development in Indonesia: Competition Between BioFuel and Food Security” yang dibacakan Prof Dr. Ir. Hermanto Siregar. Selamat membaca.

 

  1. Masalah yang paling penting adalah bagaimana supaya berbagai desain kebijakan yang ada, baik untuk pengembangan BBN maupun upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan food security, bisa dipastikan probabilitynya untuk implementasi. Seperti yang kita sepakati bersama, bahwa prioritas pertama kita adalah food security. Apabila food securitynya, terutama dalam hal ketersediaan bisa kita capai, bahkan kita tingkatkan, maka isu-isu berikutnya yaitu biofuel atau biodiesel developmentnya bisa kita capai juga.

Read more...
 
Pangan Harus Prioritas PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 14 October 2008 15:21

xbannera4Pada hari Selasa (14/10), Brighten Institute bekerja sama dengan Korea FAO Assosiation, kembali mengadakan Focus Groups Discussion (FGD) di Ruang Flamboyan, Manajemen Bisnis IPB Bogor. Acara ini merupakan rangkaian dari kajian sistematik yang bertema: “Challenge to Current Agriculture Development in Indonesia: Competition Between BioFuel and Food Security” .

Diskusi diawali dengan presentasi yang disampaikan oleh Dr. D.S. Priyarsono (Sonny). Menurut Sonny, produksi biofuel meningkat cukup signifikan beberapa tahun terakhir, karena adanya dukungan dari beberapa kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah. Sedangkan menurut Harianto, dalam masalah biofuel ini, Harga pasti mempunyai pengaruh antara satu dengan yang lain.

Last Updated ( Tuesday, 14 October 2008 15:59 )
Read more...
 
Seri Pemikiran Joyo Winoto: MENATA DAN MEMBERDAYAKAN ASET MASYARAKAT (3) PDF Print E-mail
Written by Joyo Winoto   
Monday, 06 October 2008 19:22

 

BAB IIIjws_
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN ASET


A. PENGELOLAAN ASET MASYARAKAT

Ada empat jalan untuk melakukan pengelolaan aset masyarakat, yaitu: (1) pembangkitan aset tidur, (2) penyelesaian sengketa dan konflik, (3) penertiban tanah terlantar, dan (4) reforma agraria. Keempatnya akan saya jelaskan secara rinci di bawah ini.


1. Pembangkitan Aset Tidur dan Dukungan Pemberdayaan

Jalan pertama untuk pengelolaan aset masyarakat adalah menghidupkan aset masyarakat yang mati, atau dalam istilah saya, membangunkan aset masyarakat yang tidur. Dasar pemikirannya adalah demikian. Aset negara-negara dunia ketiga dan negara-negara miskin ternyata bernilai amat besar, bahkan bila diperhitungkan nilai seluruh kekayaan aset masyarakat di negara-negara miskin itu lebih besar dari kekayaan Bank Dunia, lebih besar dari kekayaan IMF, lebih besar dari kekayaan sebagian besar dari multinational corporation, dan lebih besar juga dari kekayaan PVO (Private Voluntary Organizations) yang nilainya tiga kali uang yang ada di Bank Dunia. Jadi, besar sekali aset yang dimiliki oleh rakyat miskin di negeri miskin atau di negara-negara dunia ketiga itu.

Last Updated ( Monday, 06 October 2008 19:28 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 3 of 7