|
Written by Hermanto Siregar
|
|
Thursday, 21 August 2008 11:27 |
|
Akhir-akhir ini impor beras ramai dipersoalkan. Persoalan ini disulut oleh keputusan Pemerintah untuk mengimpor beras sebanyak 250 ribu ton dalam waktu dekat. Alasan dilakukannya impor tersebut adalah agar harga beras tidak terlalu tinggi saat harga BBM dinaikkan. Cukup kuatkah alasan Pemerintah ini?
Logika ekonomi menyatakan bahwa bila suatu negara memproduksi komoditas tertentu lebih banyak dari yang dikonsumsinya, maka surplus produksi tersebut umumnya akan diekspor. Kalau pun ada yang diimpor, impor tersebut hanyalah sebagian kecil, untuk memenuhi permintaan konsumen domestik terhadap kualitas (atau jenis yang agak) berbeda dengan yang diproduksi di dalam negeri. Pasar beras Indonesia tidak mengikuti logika ini.
|
|
Last Updated ( Thursday, 21 August 2008 13:33 )
|
|
Read more...
|
dari visi dan orientasi leadership pa...
Ass.wr.wb makasih pak atas artikel ny...